Padma Press

Penerbit Buku-Buku Best Seller Agus Mustofa

Hit enter after type your search item
Padma Press

Penerbit Buku-Buku Best Seller Agus Mustofa

DTM 31 – Lorong Sakaratul Maut

You are Reading..

DTM 31 – Lorong Sakaratul Maut

Rp 75.000,-
Penulis : Agus Mustofa

Setiap tarikan nafas, kita menghirup oksigen yang ‘membakar’ trilunan sel tubuh. Itu berarti kita sedang melakukan penghancuran diri sendiri secara perlahan-lahan. Metabolisme yang terjadi, selain bersifat menghidupi, ternyata sekaligus bermakna ‘bunuh diri’. Yang menarik, selama 3 menit sejak nafas terputus, peralatan EEG (Electro Enchepalograph) menangkap ‘ledakan gelombang otak’ yang dipersepsi sebagai terlepasnya nyawa. Itulah saat-saat kita memasuki Lorong Sakaratul Maut..!. Bagaimana menyikapi semua itu? Buku ini memberikan tuntunan untuk menuju sakaratul maut yang indah dan menentramkan…

MENYONGSONG MAUT

Siapakah itu
yang akhir-akhir ini mengintip di depan pintu
Bayangannya jelas terlihat tetapi wajahnya samar

Ia sering datang dan pergi
sambil menampilkan wajah misteriusnya
Menunggu saat tepat
menghampiri tubuh yang tergeletak tanpa daya

Tiba-tiba terdengar suara bergema
“Saatnya telah tiba..!”
Dan bayangan itupun menghambur
melesat dengan cepat
ke arah tubuh yang tergeletak tanpa daya

Gerakannya sangat cepat
Setangkas burung elang menerkam mangsa
Kelebat cahayanya melesat
menghambur dan mencengkeram tubuh tanpa daya itu

Sekilas terlihat Ia memberontak dalam diam
dan berteriak dalam kesenyapan
Lantas mengejang dalam sunyinya ketakutan

Sebuah kesendirian tanpa kawan
kecuali bagi yang bertuhan
yang angan-angannya selalu berbalut rindu
untuk selalu bersamaNya
di dalam suka maupun duka, sepanjang usia

Baginya, cengkraman malaikat maut
hampir-hampir tak terasa
Karena ia begitu terpesona
memandangi warna-warni cahaya
yang menyergap horison penglihatannya

Entah apa namanya
ia merasa seperti berada
dalam buaian kasih bunda
yang mendekap erat
sambil bersenandung menidurkannya

Ooh,
Ternyata sakaratul maut yang datang menyergapnya
tak lebih dari suasana menjelang tidur
yang begitu nyaman dan mempesona
yang menghanyutkannya menuju tidur panjang
pulas dan menentramkan jiwa

Lorong kematian yang konon gelap gulita
ternyata tak sedalam itu
Ia bercahaya lembut dan redup dalam pendaran indah
yang mengiringi proses tidur panjangnya

Sampai suatu saat,
ia terbangun untuk bertemu kekasih tercinta
di alam-alam keabadian
yang semuanya terserah hanya kepadaNya

Agus Mustofa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *