DTM 16 – Bersyahadat Dalam Rahim

Rp 75.000
Penulis : Agus Mustofa

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka,
dan Allah meminta kepada jiwa mereka untuk bersyahadat (seraya berfirman):
“Bukankah aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, kami bersaksi”. Yang demikian itu
agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalai terhadap (kesaksian) ini.
” (QS Al-A’raaf 7:172)

Hidup adalah bersyahadat.
Sejak masih di dalam rahim sampai masuk ke liang kubur.
Sepanjang waktu. Tiada henti. Sedetik pun.
Bersyahadat adalah sebuah perjalanan kebatinan.
Perjalanan kualitas jiwa dari jiwa yang berkualitas rendah,
menjadi berkualitas tinggi. Dari nafsul amarah menjadi nafsul muthmainnah.
Dari jiwa yang egoistik menjadi jiwa yang tauhid. Dari jiwa yang gelap gulita
menjadi jiwa yang terang benderang. Dari jiwa yang tersesat menjadi jiwa yang fitrah.
Dari jiwa yang terpuruk jauh dari Allah, menjadi jiwa yang kembali menyatu
di dalam keagunganNya. Dari sebagian ruhNya yang ditiupkan,
kembali kepada Sang Ruh Sejati..

Leave a Reply